CALON PENJUAL PEMULA PERTANIAN DI PADI UMKM, SIMAK TIPS BUDIDAYA TANAMAN MINT BAGIAN II


Jual hasil pertanian di pasar digital UMKM memiliki banyak keuntungan salah satunya pembeli pasti dari pihak BUMN dan transaksi yang transparan sehingga memudahkan anda sebagai penjual jual hasil pertanian di PaDi UMKM menjadi bernafas lega bukan? Simak ulasan yang dikutip dari pak tani digital com berikut ini perihal budidaya tanaman mint sebelum anda jual hasil pertanian anda di pasar digital umkm

Tips keenam budidaya tanaman mint untuk anda calon penjual yang ingin jual hasil pertanian di pasar digital UMKM yaitu Pemupukan, Untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas, maka teknik pemupukan harus dilakukan dengan tepat. Anda bisa menggunakan pupuk organic atau anorganik untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman. Jika ingin menggunakan pupuk organik, gunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha. Sedangkan untuk pemupukan anorganik, Anda bisa menggunakan pupuk Urea SP-36 dan KCL dengan dosis masing-masing pupuk sebanyak 150 kg/ha. Untuk pemberian pupuk organic, Anda bisa mengaplikasikannya seminggu sekali. Sedangkan pemberian pupuk anorganik harus memperhatikan aturan berikut: Ketika tanaman memasuki usia 2-3 minggu, berikan ½ dosis pupuk Urea dan dosis penuh pupuk SP-36 dan juga KCL. Ketika tanaman memasuki usia 1-2 bulan, Anda bisa memberikan ½ dosis pupuk urea.

Tips ketujuh budidaya tanaman mint untuk anda calon penjual yang ingin jual hasil pertanian di pasar digital UMKM yaitu Penyiangan, Proses penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang menggangu pertumbuhan tanaman. Jika saat proses pemanenan, daun mint tercampur dengan gulma, hal ini tentu akan menurunkan kualitas produksi. Selain bisa menurunkan kualitas produksi, adanya gulma jga dapat mempengaruhiu pertumbuhan stolon. Untuk proses penyiangan, Anda cukup melakukannya sebanyak 1 minggu sekali atau jika gulma sudah terlihat lebat dan menggangu tanaman. Selain itu, proses penyiangan juga harus dilakukan lebih intensif ketika menjelag msa panen.

Tips delapan budidaya tanaman mint untuk anda calon penjual yang ingin jual hasil pertanian di pasar digital UMKM yaitu Penyulaman, Lakukan penyulaman secara rutin jika ditemukan tanaman yang tidak tumbuh, rusak, atau mati.

Tips sembilan budidaya tanaman mint untuk anda calon penjual yang ingin jual hasil pertanian di pasar digital UMKM yaitu Pengendalian Hama dan Penyakit, Beberapa jenis hama yang biasa menyerang daun mint antara lain ulat pemakan daun dan tungau merah. Hama ulat pemakan daun biasanya menyerang dengan cara menggerogoti bagian daun. Sedangkan hama tungau biasanya menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman. Untuk mengendalikan serangan berbagai jenis hama ini, Anda bisa menggunakan insektisida nabati dengan konsentrasi 5 cc/L atau insektisida sintesiis dengan konsentrasi 2 cc/L.

Tips sepuluh budidaya tanaman mint untuk anda calon penjual yang ingin jual hasil pertanian di pasar digital UMKM yaitu Pemanenan, Pemanenan daun mint sudah bisa dilakukan ketika tanaman berusia 3-4 bulan atau ketika 50%-70% tanaman sudah berbunga. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari mulai dari pukul 08.00 WIB-10.00 WIB. Di Indonesia, proses pemanenan daun mint sendiri biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Namun jika sistem irigasi berjalan baik, maka pemanenan daun mint bisa dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun.